Tidak semua orang sadar bahwa ia hanya sedang merespon luka, merespon persepsi, merespon emosi, merespon memori, merespon ilusi ketika di hadapkan dgn suatu "Perbedaan.
Tidak semua orang sadar bahwa cara setiap insan merespon sesuatu, juga bisa di kendarai oleh pengalaman, pengaruh lingkungan, pengaruh tiap elemen yg ada di dalam dirinya “seimbang/tidaknya”, pengaruh pergerakan tiap planet di langit, pengaruh fase belajar di tiap umurnya, pengaruh dari apa-apa yg ia izinkan masuk dan terserap ke dalam tiap lapis tubuhnya dari makanan, minuman, tontonan, pikiran, pendengaran, perasaan, kepercayaan, konsep, dsb.
Mengatakan hal ini tidak mudah. Memantik Ketidak Sadaran oranglain/pun aku sendiri. Sebenarnya bagus, bisa jadi bahan saling belajar Sadar antara penulis dan pembaca.
Tetapi, maukah kita duduk sebentar untuk memproses rasa yg tidak nyaman di dlm diri kita masing? Maukah kita saling berbagi sudut pandang dan pikiran yg terbuka dan perasaan yg lapang dada? Saling menjadi pengamat bagi cara berpikir & cara merasa nya kita masing-masing?
Mengosongkan diri, mengamati, menyadari, mengurai, mengolah, mengasah dan menjernihkan tiap konsep dan ilusi?
Bahkan lebur dari seluruh ilusi, emosi, ekspektasi. Tidak lagi berprasangka/berasumsi.
Maukah kita?
Karena bagiku, interaksi yg sehat bisa tumbuh ketika kita saling bekerja sama dgn diri sendiri dan sesama, dalam "merawat" dan memulihkan interaksi yg sakit.
Lagi-lagi,
Sehat bukanlah sebuah destinasi/tujuan lagi disini, tetapi ia adalah Perjalanan.
Maukah kita, berjalan bersama membangun interaksi yg sehat dan memberdayakan? Saling menutrisi jiwa raga dan lahir batinnya kita masing-masing?
Menjadi mekar dan membawa terang karena menjalani kontrak inkarnasi di Bumi kali ini dengan niat yg murni, dengan ketulusan hati, dengan amanah dan bertanggung jawab sesuai peran/Blueprint kita masing-masing? sebagai bentuk syukur atas kesempatan sekian kalinya lahir lagi.
Tidak mudah "merasa" ketika berbeda. Tidak mudah di kuasai emosi dan logika. Tetapi menguasai keduanya, memahami maknanya, cukup di sadari keberadaannya tanpa terkecoh dgn kehadirannya. Karena buah dari menyadari kehadirannya adalah menerima keberadaannya…🌳
Tidak ada komentar:
Posting Komentar