Cinta tidak bisa dipaksakan. Contoh yang paling sederhana adalah kamu bebas memilih untuk mencintai dirimu sendiri atau tidak sama sekali. Tidak baik memaksakan sesuatu yang bukan untukmu, lebih baik ikhlas dari pada bertahan pada mereka yang tidak mengerti siapa dirimu sebenarnya. Terkadang mereka yang mengerti dirimu lebih mencintaimu dibandingkan mereka yang mencintaimu tapi tidak mengerti dirimu. Akan ada saat dimana ketidak hadiranmu akan terasa dan akan menyadarkan mereka betapa pentingnya kamu saat mereka selalu dekat denganmu. Mereka semua hanyalah manusia yang numpang lewat dalam hidupmu, bukan jahat tapi memang sudah seperti itu jalan mereka. Ketika orang buta bisa melihat untuk pertama kali nya, maka yang mereka buang pertama kali adalah tongkat yang membantunya berjalan.
Kamu harus berhenti menghancurkan hatimu sendiri untuk memaksa hubunganmu harus berhasil jika dari awal memang tidak ada niat bersama untuk berhasilnya suatu jalinan hubungan yang kuat. Kamu tidak bisa memaksa mereka untuk benar-benar peduli padamu, tidak bisa memaksa mereka untuk hanya setia kepadamu dan kamu jangan membuat janji hanya ketika kamu sedang senang, pikir kembali.
Dalam persepsi spiritual bahwa ada jiwa yang datang ke dalam hidupmu karena memiliki Tautan Karma yang tidak dimaksudkan untuk bertahan selamanya bersama denganmu. Kamu pasti akan berpisah jika kewajiban karmamu telah terselesaikan. Akan ada saja pemantiknya untuk memisahkanmu dengan mereka. Kamu harus faham bahwa segala sesuatu yang kamu lakukan untuk menunjukkan Cintamu harus kamu lakukan dengan hati-hati, jangan sampai kehilangan jati dirimu dengan mencoba memperbaiki apa yang seharusnya memang tidak pernah ada dalam dirimu.
Kamu tidak bisa mendapatkan hubungan yang kamu butuhkan dari mereka yang tidak siap membalas cinta yang kamu berikan pada mereka. Lihatlah balasan apa yang mereka bisa berikan padamu untuk pengorbananmu. Kamu harus memahami dan harus bisa menerima jika memang mereka bukanlah orang yang akan bersamamu selamanya walau kamu menangis setiap hari, sejak pagi hingga tertidur di malam hari, tidak ada gunanya, karena takdirnya bukan begitu.
Satu hal yang telah saya amati dan saya pelajari sejauh ini adalah, saya melihat dan banyak menemukan kebahagiaan dari orang-orang yang memilih menjadi Jomblo atau Single Parent, jadi akan lebih baik sendiri daripada menjalin hubungan dengan mereka yang tidak memberikan nilai tambah dan tidak membuat hidupmu menjadi lebih nyaman dan aman. Perbanyaklah belajar bukan hanya dari apa yang pernah kamu alami tapi belajarlah juga dari semua yang pernah kamu lihat dan dengar.
Berhati-hatilah memilih siapa yang akan kau ajak serumah, jangan sampai kau hidup didalam rumah bagai penjara terburuk tanpa kedamaian. Sebab banyak yang menikah bukan kebahagiaan yang didapat justru kesengsaraan yang didapat. Masih banyak ibadah lain untuk bisa menggapai surga, bukan hanya menikah saja.
Hidup di bumi adalah untuk mencari kenyamanan, bukan mencari masalah dan mencari ketidak harmonisan, bukan mencari impresi dari pandangan masyarakat umum, bahkan dari keluarga besarmu tentang dirimu. Mereka hanyalah penonton.
Cinta itu tanpa syarat dan tanpa tapi, kamu harus bisa menerima seluruh sisi baik dan buruknya masing-masing, bersama-sama belajar dan tumbuh untuk menghilangkan sisi buruk masing-masing sampai yang tersisa hanyalah baik nya saja hingga akhir hayat, karena itulah arti cinta yang sesungguhnya. Bagaikan cinta Tuhan kepada hamba nya yang akan tetap mencintaimu bagaimanapun dirimu, jika kamu tidak seperti itu yang mencintai dengan jiwamu berarti kamu masih belajar untuk mencinta dan belum mencintai seutuhnya.
Kamu punya kemampuan untuk menghancurkan orang yang menyakitimu, tapi kamu lebih memilih diam dan pergi membiarkan hidupnya tenang.
Selamat hening dan merenung untuk memerdekakan jiwamu menjalani hubungan cinta yang nyaman di bumi surgawi ini dan cintailah apa yang pantas kau cintai, seperti dirimu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar